Tuesday, 24 November 2015

Perit

bismillahirrahmanirrahim

perit. ungkapan jelas untuk menggambarkan insan yang harus mendepani keadaan dan situasi yang tidak menyebelahi malahan terus menghimpit mereka ke satu sudut yang langsung menutup visi mereka untuk melihat peluang bagi keluar daripadanya.yang ditinggalkan hanya rasa sakit dan keterdesakan. sungguh, kita manusia dicipta dalam keadaan yang sangat menakjubkan. kita hidup dengan dianugerahkan akal dan minda yang infiniti kapasitinya. namun, kerap manusia memilih untuk tunduk dan akur dengan situasi yg terus menyeksa walhal penyelesaiannya tidak jauh dari penglihatan mata. aku tertarik pada satu pepatah, ada dua orang yang termenung melihat ke luar jendela, yang seorang melihat lumpur dan seorang lagi melihat bintang. kita adalah apa yang kita fikirkan, yang membataskannya hanyalah sang imaginasi.maka dalam setiap kesukaran adanya penyelesaian dan yang pasti beranilah untuk berangan menyeberangi cabaran itu,nescaya tindakan akan menyusul kelak. Apa yang pasti, kesusahan dan keperitan akan membuahkan sesuatu yg bernilai untuk diteliti dan dipelajari. Allah berikan hujan agar kita mengecap indahnya sang pelangi dihujungnya.



No comments:

Post a Comment